Posted: November 6, 2009 in Uncategorized

PERMINTAAN

Permintaan konsumen terhadap suatu barang adalah berbagai jumlah barang tertentu  yang hendak dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga. Permintan tersebut menggambarkan hubungan fungsional antara harga dengan jumlah barang yang diminta.

Hukum Permintaan

Jika harga suatu barang naik, maka jumlah kuantitas yang diminta oleh konsumen berkurang, dan bila harganya turun, maka kuantitas barang yang diminta akan bertambah.

Permintaan pasar digambarkan dalam demand curve, yang memiliki slope negative yaitu dari kiri atas ke kanan bawah. Jika terjadi peningkatan demand, kurva akan menjauhi titik origin (0) yaitu menuju ke kanan atas, dan sebaliknya.

Faktor yang mempengaruhi permintaan :

D = f (Pn, Pn…Pn-1, Y, T, P, A, E)

  • Pn                           = Harga barang itu sendiri
  • Pn…Pn-1              = Harga barang lain / pengganti (substitusi), komplemen (pelengkap)
  • Y                              = Pendapatan konsumen (yang utama adalah tingkat dan distribusi income)
  • T                              = Selera, gaya/style dari konsumen
  • P                             = Level dan struktur populasi (banyak anak-anak, dewasa dll)
  • A                             = Periklanan
  • E                              = Expectations of consumers

Contoh :

Permintaan Barang X pada berbagai tingkat harga.

Harga Barang X Kuantitas Titik Korespondensi
Rp100,- 10 P
Rp110,- 8 Q
Rp120,- 6 R
Rp150,- 1 S

Kurva untuk daftar permintaan tersebut adalah sebagai berikut :

Kurva Pemintaan

Pergeseran Kurva Permintaan

Jika terjadi perubahan harga pada suatu barang, namun factor lain (pendapatan, selera, harga barang lain) tidak berubah (ceteris paribus). Maka perubahan ini mengakibatkan perubahan jumlah barang yang diminta, sehingga akan menyebabkan “gerakan sepanjang kurva permintaan”. Seperti digambarkan pada kurva dibawah ini :

Pergeseran Kurva Permintaan

Jika terjadi perubahan permintaan yang diakibatkan oleh perubahan “non harga”, maka perubahan tersebut akan menyebabkan kurva permintaan bergeser ke kanan atau ke kiri.

Pergeseran Kurva Permintaan

PENAWARAN

Menunjukkan jumlah barang yang ditawarkan paada berbagai tingkat harga, yaitu menunjukkan hubungan fungsional antara jumlah yang ditawarkan dengan tingkat harganya.

Hukum penawaran

Berlaku apabila “makin tinggi harga suatu barang, maka makin banyak jumlah barang yang akan ditawarkan oleh penjual. Begitu juga sebaliknya, jika harga suatu barang makin rendah, akan semakin sedikit jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual.

Faktor yang mempengaruhi penawaran :

S = f (Pn, Pn…Pn-1, H, N, F1…Fm, E, Sp

  • Pn                           = Harga bahan utama
  • Pn…Pn-1              = Harga barang tambahan dalam produksi dan harga barang lain
  • H                             = Technology
  • N                             = Natural shocks > Tindakan yang diakibatkan karena kepanikan
  • F1…Fm                  = Biaya produksi (biaya bahan baku, bahan penolong/ BOP, tenaga kerja)
  • E                              = Prediksi produsen (revenue)
  • Sp                           = Social factors (dibentuk dari promosi)

Contoh

Daftar Penawaran Harga

Harga Barang yang ditawarkan Titik Korespondensi
Rp150,- 12 P
Rp120,- 8 Q
Rp110,- 6 R
Rp100,- 2 S

Berdasarkan daftar penawaran barang tersebut, dapat digambarkan pada kurva penawaran seperti dibawah ini.

Kurva Penawaran

Gerakan sepanjang kurva penawaran dan pergeseran kurva penawaran

Perubahan harga akan menimbulkan gerakan sepanjang kurva penawaran. Jika perubahan yang terjadi adalah karena factor non harga, maka perubahan tersebut akan mengakibatkan pergeseran terhadap kurva penawaran tersebut.

Pergeseran Kurva Permintaan

Pengecualian Bentuk Kurva Penawaran

Kurva penawaran yang normal adalah kurva yang arahnya naik dari kiri bawah ke kanan atas. Namun ada juga keadaan yang normal. Dalam hal ini ada tiga macam penyimpangan, antara lain :

  1. Kurva penawaran horizontal

Kurva Penawaran Horizontal

Untuk proses produksi jangka panjang terdapat kasus dimana kenaikan produksi tidak mengakibatkann kenaikan biaya produksi per unit untuk menawarkan lebih banyak barang ke pasar, sehingga tidak perlu menaikkan harga (constant cost supply).

Kenaikan permintaan akan mengakibatkan kenaikan volume transaksi (jual /beli) tanpa diikuti kenaikan harga pasar. Kurva penawaran horizontal menggambarkan penawaran yang “elastis tak hingga”

2. Kurva penawaran vertical

Kurva Penawaran Vertikal

Kenaikan permintaan hanya berakibat kenaikan harga pasar tanpa adanya kenaikan volume transaksi pasar. Kurva penawaran yang vertical menggambarkan penawaran yang “inelastis sempurna”.

3. Kurva penawaran yang membelok (Backward Bending Supply)

Kurva Penawaran Membelok

Sebagai contoh penawaran pada factor produksi tenaga kerja. Setelah pada tingkat upah tertentu, penawaran tenaga kerja justru menurun bila upah naik lagi, karena orang lebih suka menikmati waktunya untuk tujuan-tujuan lain seperti “leisure”.

Keseimbangan Pasar

Keadaan di suatu pasar dikatakan dalam keseimbangan (ekuilibrium) apabila jumlah yang ditawarkan oleh para penjual pada suatu tingkat harga tertentu adalah sama dengan jumlah yang dimintaoleh para pembeli pada harga tersebut.

Pada tinkat haraga lain, akan mengakibatkan disekuilibrium (ketidakseimbangan) pasar dan bersifat labil (mudah sekali berubah karena tarikan-tarikan berbagai factor).

Table permintaan dan penawaran barang X pada berbagai tingkat harga

Harga Kuantitas Permintaan Kuantiatas Penawaran Sifat Interaksi
6 2000 8000 Kelebihan Penawaran
5 3000 6000 Kellebihan Penwaran
4 4000 4000 Ekuilibrium
3 5000 2000 Kelebihan Permintaan
2 6000 0 Kelebihan Permintaan

Keseimbangan Pasar

Pengaruh perubahan permintaan dan penawaran terhadap keseimbangan pasar yaitu apabila factor- factor lain diluar harga mengalami perubahan, maka keadaan mengakibatkan terjadinya perubahan pada keadaan keseimbangan (ekuilibrium pasar).

Ada 4 kemungkinan perubahan / pergeseran kurva permintaan dan penawaran :

1. Permintaan bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan)

Kurva Permintaan Bergeser ke Kanan

Pergeseran kurva demand , sedangkan kurva supply tidak berubah, akan mengakibatkan kenaikan harga dan kenaikan volume / jumlah yang barang diperjual-belikan. Jik a penawaran tidak berubah, hal ini akan mengakibatkan kenaikan harga dan kenaikan volume / jumlah barang yang diperjualbelikan.

2. Permintaan Berkurang (kurva permintaan bergeser ke kiri)

10

3. Penawaran Bertambah (kurva permintaan bergeser ke kanan)

12

Adanya kenaikan penawaran (kurva penawaran bergeser ke kanan) sedangkan keadaan permintaan tetap, maka kenaikan penawaran tersebut  akan menakibatkan penurunan harga pasar dan menaikan jumlah yang diperjual belikan.

4. Penawaran berkurang (kurva penawaran bergeser ke kiri)

Penawaran Berkurang

Surplus Konsumen (consumers surplus)

Surplus konsumen adalah perbedaan antara kepuasan yang diperoleh konsumen dari mengkonsumsi sejumlah barang dengan kesediaan pembayaran yang ia keluarkan untuk memperoleh barang tersebut. Atau dengan kata lain, surplus konsumen merupakan selisih antara harga yang konsumen bersedia untuk membayar dengan harga sebenarnya  yang harus ia bayar.

Tabel surplus konsumen terhadap barang X

Periode Harga yang sedia dibayar konsumen Surplus konsumen jika harga Rp700,00/unit Jumlah
1 Rp1.700,00 Rp1.000,00 Rp1.000,00
2 Rp1.500,00 Rp    800,00 Rp1.800,00
3 Rp1.300.00 Rp    600,00 Rp2.400,00
4 Rp1.100,00 Rp    400,00 Rp2.800,00
5 Rp    900,00 Rp    200,00 Rp3.000,00
6 Rp    700,00 Rp        0,00
7 Rp    500,00
8 Rp    300,00

Surplus Konsumen dalam grafik

Surplus Konsumen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s